Apa Itu Istilah Snapshot dalam Dunia Blockchain?

Apa Itu Istilah Snapshot dalam Dunia Blockchain?

Snapshot merupakan salah satu istilah yang sering didengar terutama jika sedang mendalami atau meneliti sebuah blockchain. 

Secara umum, snapshot memiliki arti mencatat suatu kondisi terhadap suatu hal pada waktu yang spesifik. Namun apakah definisi ini sama di dunia blockchain? Simak artikel berikut!

Apa Itu Snapshot?

Snapshot dalam dunia blockchain merupakan hal yang sama dimana sebuah blockchain akan menyimpan data pada suatu waktu yang spesifik.

Umumnya snapshot ini dilakukan untuk menyimpan seluruh data dari sebuah blockchain sebelum suatu hal terjadi.

Seluruh data yang dimaksud adalah data transaksi, data wallet, data biaya transaksi, data aktivitas blockchain, dan semua data yang tersimpan pada blockchain tersebut. 

Snapshot akan dilakukan pada suatu waktu tertentu dan pada block height tertentu. Block height merupakan istilah yang digunakan untuk menentukan waktu berdasarkan jumlah block yang telah diciptakan. 

Peristiwa snapshot umumnya dilaksanakan pada saat akan terjadi pembaruan pada sebuah jaringan. Pembaruan yang dimaksud adalah seperti pada kejadian soft fork atau hard fork yang merupakan pembaruan blockchain untuk implementasi proposal baru. 

Saat sebuah pembaruan terjadi, umumnya blockchain akan membentuk jaringan baru dimana dalam jaringan tersebut terdapat seluruh pembaruan yang diimplementasikan.

Jaringan lamanya akan dihapus jika dalam bentuk soft fork, atau akan tetap disimpan, jika dalam bentuk hard fork, sehingga terdapat dua versi blockchain. 

Gunanya snapshot adalah untuk menyimpan data dari blockchain lama sebelum pembaruan dilaksanakan, sehingga data tersebut bisa dipindahkan ke versi blockchain yang telah diperbarui. 

Snapshot merekam seluruh data pada block-block sebelum pembaruan dilaksanakan sehingga saat pembaruan terjadi, blockchain versi baru ini tetap melanjutkan data dari blockchain sebelumnya dan tidak mulai dari awal atau genesis block lagi. 

Snapshot ini bisa dilakukan oleh seluruh blockchain atau hanya pada beberapa aplikasi terdesentralisasi saja. 

Hal ini disebabkan snapshot hanya digunakan untuk menyimpan data dan tidak selalu untuk mempersiapkan saat ada pembaruan. 

Sebagai contoh, Ethereum baru saja mengalami pembaruan bernama Ethereum 2.0 atau The Merge. Dalam pembaruan tersebut Ethereum tidak melaksanakan snapshot, namun mayoritas aplikasi dalam ekosistemnya melaksanakan snapshot demi bersiap untuk berpindah ke blockchain versi baru. 

Snapshot tersebut terjadi di sekitar block height 15.540.293 dimana mayoritas aplikasi melakukan snapshot terhadap data penggunanya namun tidak secara bersamaan. 

Contoh lain adalah Cardano yang melaksanakan snapshot sebelum pembaruan dari proposal CIP atau Cardano Improvement Proposal nomor 1401 pada epochs 388. 

Epochs adalah satuan lain dari perhitungan block, dimana masing-masing blockchain memiliki epochs yang berbeda. 

Dalam kasus Cardano, satu epochs adalah sekitar 70 block yang berarti snapshot tersebut terjadi di antara block 21.000 hingga 23.000. 

Penggunaan Istilah Snapshot di Dunia Airdrop 

Selain untuk pembaruan, snapshot juga umum digunakan di dunia airdrop yang merupakan salah satu hal menarik bagi para investor kripto. 

Pada saat ini, dengan maraknya airdrop, maka istilah snapshot menjadi hal yang penting untuk diketahui. 

Istilah snapshot dalam airdrop umumnya diterapkan oleh aplikasi terdesentralisasi, dimana masing-masing aplikasi akan menerapkan waktu snapshotnya sendiri. 

Penggunaan snapshot ini dilaksanakan untuk mencatat kondisi aktivitas yang dilakukan partisipan airdrop, demi menentukan alokasi airdrop. 

Dalam airdrop, partisipan akan diminta melaksanakan tugas, dan saat snapshot, tugas tersebut akan dilihat untuk menentukan berapa banyak airdrop atau token gratis yang bisa diterima. 

Sebagai contoh, pada airdrop Starknet dengan Tokennya STRK, pengguna diminta melaksanakan banyak aktivitas di jaringan blockchainnya. 

Snapshotnya terjadi pada 15 November 2023, sehingga aktivitas yang dicatat sebagai poin untuk menentukan jumlah alokasi imbalan airdrop yang diterima adalah aktivitas selama periode airdrop dimulai hingga 15 November 2023. 

Seluruh aktivitas partisipan yang dilakukan setelah 15 November 2023 tidak tercatat, walau pengumuman airdrop dilaksanakan pada 14 Februari 2024. 

Jadi partisipan airdrop harus memperhatikan benar kapan snapshot dilakukan jika ada informasinya. Sayangnya seringkali para penyelenggara airdrop tidak memberikan watu snapshot agar partisipan terus menggunakan jaringan atau aplikasinya. 

Walau begitu, selalu ada kode-kode pertanda kapan snapshot akan dilakukan yang diberikan secara diam-diam atau terang-terangan. 

Oleh karena itu, saat mengikuti airdrop ada baiknya partisipan selalu memperhatikan informasi dari proyek penyelenggara sehingga seluruh aktivitas yang dilakukan tidak sia-sia. 

Istilah snapshot adalah istilah yang harus dipahami oleh seluruh investor kripto dan penggiat blockchain sehingga bisa memahami saat terjadi snapshot untuk menyesuaikan dengan strategi transaksi di dunia kripto dan blockchain. 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Naufal

Naufal

Peneliti dan Investor di Industri Kripto, Blockchain, dan Web3

Artikel Lainnya :

Dapatkan Konten Premium dengan Join Membership