El Salvador Menjadi Tuan Rumah untuk Pertemuan Perwakilan Bank Sentral dari 44 Negara Berkembang

El Salvador menyambut perwakilan bank sentral dari 44 negara berkembang di seluruh dunia dalam sebuah pertemuan yang membahas tentang inklusi keuangan, pendanaan UMKM dan Bitcoin. 44 negara ini mencakup negara-negara dari benua Afrika, termasuk Madagaskar, Mesir, dan Nigeria; dari Asia, termasuk Pakistan dan Bangladesh; dan banyak negara lainnya.

Ini merupakan pertama kalinya AFI mengadakan pertemuan tatap muka sejak mulainya pandemi.

Pertemuan tahunan Alliance of Financial Inclusion (AFI) ini digunakan oleh Presiden El Salvador, Nayib Bukele, untuk mempromosikan Bitcoin kepada 32 bank sentral dan 12 perwakilan keuangan dari negara-negara tersebut. Kepala Bank Sentral El Salvador, Douglas Rodriguez, mengatakan, “El Salvador bangga untuk menerima perwakilan dari 44 bank sentral dan otoritas keuangan untuk mempelajari implementasi Bitcoin dan kebijakan untuk mempromosikan Inklusi Keuangan,”.

Presiden Bukele mencuit bahwa dia sedang “menanam benih” dalam 44 perwakilan negara tersebut.

https://twitter.com/nayibbukele/status/1526325341182205952?s=20&t=y-3wBKkC4syMBl79dwvdKg

Turut hadir dalam pertemuan ini juga adalah tim proyek Bitcoin Beach, yakni tim yang berada di balik cikal bakal pengesahan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di negara Amerika Tengah itu. Bitcoin Beach sendiri adalah sebuah pantai di El Zonte, El Salvador yang dianggap sebagai tempat kelahiran Undang-Undang Bitcoin. Tim Bitcoin Beach sendiri diminta untuk mendidik perwakilan bank sentral mengenai Bitcoin dan potensinya dalam dunia keuangan.

Pada saat ini, hanya ada dua negara yang mengesahkan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, yakni El Salvador dan Republik Afrika Tengah.

Upaya promosi Bitcoin oleh Presiden Bukele ini terjadi di tengah memanasnya hubungan El Salvador dengan International Monetary Fund (IMF). Beberapa bulan yang lalu, IMF menyarankan agar El Salvador menghentikan penggunaan Bitcoin karena adanya potensi risiko keuangan yang diakibatkan oleh pengesahannya.

Perusahaan penilai kredit Moody’s beberapa waktu lalu juga menyatakan bahwa El Salvador tidak akan mampu membayar utangnya yang akan jatuh tempo pada Januari tahun depan. Utang ini kemungkinan dapat dilunasi bila El Salvador segera merilis obligasi “Bitcoin Bonds”-nya.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *