Sejak 2021, Arbitrum selalu memberikan kabar pembaruan terhadap jaringannya pada 31 Agustus, dan di 2023 ini, hal tersebut tidak berubah.
Hal ini disebabkan adanya kabar terbaru yaitu peluncuran Stylus, alat baru di ekosistem Arbitrum untuk mengundang lebih banyak developer untuk masuk dan membangun di Blockchain Arbitrum.
Apa Itu Stylus?
Stylus adalah sebuah sistem komputer yang digunakan untuk membangun aplikasi yang baru saja diciptakan dan diluncurkan oleh tim Blockchain Arbitrum. Umumnya sistem komputer ini di dunia programming disebut sebagai environment.
Sistem komputer ini menyatukan seluruh hal seperti sistem penggabung kode, sistem operasi komputer, sistem pengelola data dan semua hal yang dibutuhkan untuk membangun sebuah aplikasi.
Peluncuran sistem baru bernama Stylus ini adalah bagian dari pembaruan yang dilaksanakan oleh Arbitrum pada 31 Agustus 2022 yaitu Arbitrum Nitro yang dibentuk untuk meningkatkan kualitas jaringan Arbitrum sebagai lapisan kedua pelengkap Ethereum.
Stylus sendiri diluncurkan pada 31 Agustus 2023 dengan adanya publikasi di seluruh media resmi Arbitrum terkait mulai tersedianya testnet atau jaringan uji coba untuk menggunakan alat bantu pembuatan aplikasi Web3 ini.
Mengingat Arbitrum hanya bergerak sebagai lapisan kedua dari Ethereum, nantinya developer yang membangun aplikasi atau smart contract menggunakan Stylus akan membuat aplikasi secara tidak langsung di Ethereum dan meluncurkannya di Ethereum Virtual Machine atau EVM.
Tapi dengan Stylus, developer tidak meluncurkan aplikasi atau smart contract langsung ke EVM namun meluncurkannya melalui Stylus Virtual Machine yang muncul karena format pemrograman Stylus yang menggunakan mekanisme WASM atau WebAssembly.
Dengan mekanisme format WASM, Stylus dapat bergerak tidak hanya menggunakan bahasa pemrograman Solidty, yang merupakan bahasa inti dari Ethereum, namun bisa dengan menggunakan bahasa lain seperti Rust, C, dan C++.
Ini adalah salah satu keunggulan utama dari Stylus yang bertujuan untuk memperluas ekosistem Arbitrum sehingga lebih banyak developer, Web2 dan Web3, yang dapat membangun di Jaringan Arbitrum.
Intinya Stylus ini merupakan sebuah pembaruan yang dapat mempermudah developer untuk membangun proyek Web3 berupa aplikasi atau hanya smart contract biasa dengan kemampuan dan efisiensi yang lebih tinggi dari sisi biaya dan waktu.
3 Kelebihan dari Stylus
Berikut adalah penjelasan yang lebih rinci mengenai tiga kelebihan utama yang akan datang dengan adanya Stylus sebagai sistem baru untuk developer membangun di Jaringan Arbitrum.
- Adaptasi Developer Web2 dan Web3 Semakin Mudah
Kelebihan pertama adalah seperti yang sebelumnya dijelaskan yaitu kemampuan adaptasi yang lebih mudah untuk para Developer Web2 dan Web3 untuk membangun di Jaringan Arbitrum.
Hal ini disebabkan adanya format WASM atau WebAssembly yang digunakan oleh Stylus sehingga nantinya developer yang membangun dengan sistem Stylus dapat menggunakan banyak bahasa pemrograman dan tidak harus terjebak di bahasa Solidity, yang merupakan bahasa utama Ethereum dan Arbitrum.
Nantinya akan tersedia banyak bahasa pemrograman yang bisa digunakan secara tandem atau bersamaan, beberapa yang sudah dipublikasi adalah bahasa Rust, C, dan C++.
Pemilihan ketiga bahasa ini nampaknya dilakukan oleh Arbitrum secara strategis karena menurut riset, salah satunya oleh Statista yang melakukan survei kepada lebih dari 87.000 developer, hanya sekitar 1% yang menggunakan Solidity dan lebih dari 41% menggunakan C dan C++ diikuti dengan Rust sekitar 13%.
Tentu bahasa yang paling banyak digunakan masih JavaScript menurut survey tersebut, namun melihat Solidity yang hampir mirip dengan JavaScript, nampaknya Arbitrum memilih untuk mengakomodir tiga bahasa yang berbeda dengan Solidty namun masih umum di dunia crypto yaitu Rust, C, dan C++.
Beberapa contoh penggunaan Rust adalah pada Blockchain seperti Near, Solana, Elrond, dan Polkadot, sedangkan C dan C++ digunakan pada blockchain yang lebih tua seperti Bitcoin, Litecoin, Ripple, dan Stellar.
Oleh karena ketenaran bahasa tersebut yang terlihat dari besarnya volume di blockchain yang disebutkan, nampaknya Arbitrum ingin menarik developer-developer di blockchain tersebut sehingga memperluas ekosistem jaringannya dengan meningkatkan jumlah proyek yang ada.
Yang menarik adalah nantinya developer bisa bekerja sama dengan developer lain yang memiliki kemampuan dengan bahasa berbeda, contohnya nanti developer bisa membuat smart contract dalam bahasa Rust namun dilanjutkan oleh bahasa Solidity karena nanti akan ada fitur interoperabilitas yang dipermudah oleh Sylus.
Stylus Virtual Machine vs Ethereum Virtual Machine
Nantinya semua ini dibuat mudah karena adanya fitur Stylus Virtual Machine yang bisa menggabungkan semua bahasa yang tersedia menjadi satu smart contract atau aplikasi.
Oleh karena itu, nantinya semua developer dengan kemampuan yang berbeda bisa bekerja sama dan yang ingin membangun di Ethereum atau Arbitrum tidak harus belajar Solidity terlebih dahulu.
- Peningkatan Keamanan dan Kemudahan Membangun Aplikasi
Kelebihan kedua adalah adanya peningkatan keamanan dengan penggunaan WASM dalam sistem komputer yang digunakan saat membentuk smart contract atau menulis kode.
Terdapat empat keamanan yaitu keamanan dalam penulisan sehingga mencegah error untuk mempermudah developer saat menulis kode, keamanan dalam penyimpanan memori untuk memastikan alokasi penyimpanan dan penghapusan data sesuai dan efisien, keamanan dalam akses data, dan keamanan dalam perihal matematis sehingga secara menyeluruh seluruh smart contract atau aplikasi aman dari error dan segala kerentanan lainnya.
Kelebihan ini mempermudah developer untuk menulis dan menciptakan smart contract atau aplikasi tanpa perlu melakukan debugging atau uji coba yang berlebihan.
- Peningkatan Efisiensi
Terakhir adalah peningkatan efisiensi dari sisi jaringan dimana dengan adanya Stylus seluruh proses eksekusi smart contract akan lebih cepat dari pembaruan terakhirnya yaitu pembaruan nitro.
Dikabarkan dengan Stylus nantinya seluruh eksekusi smart contract akan lebih cepat hingga 10 kali lipat dibandingkan saat ini dan biaya untuk eksekusi smart contract tersebut juga akan lebih rendah sekitar 10 hingga 100 kali lipat.
Peningkatan efisiensi ini membuat kemungkinan penerapan dan penciptaan aplikasi yang lebih maju dan lebih tinggi kualitasnya.
Pendiri dari Arbitrum sendiri menyatakan bahwa dengan adanya Stylus, Arbitrum bisa mengadopsi teknologi verifikasi seperti di telepon genggam IPhone dan Android yang umumnya akan mahal dan lama waktunya jika diterapkan di dunia Web3.
Dengan efisiensi ini, Tim Arbitrum menyatakan bahwa konfirmasi transaksi atau sign wallet bisa dilakukan dengan lebih cepat dan bahkan menggunakan aplikasi pengenal wajah atau face recognition sehingga mempercepat proses.
Selain itu, dengan efisiensi ini, nantinya Blockchain juga bisa menyimpan lebih banyak data dan menyimpan data yang lebih besar, sehingga jika diterapkan di dunia Gaming, nantinya karakter animasi yang digunakan bisa menjadi lebih bagus dan lebih “nyata” dibanding saat ini.
Hal ini disebabkan grafik yang lebih bagus umumnya perlu tempat memori yang lebih luas karena data yang lebih besar. Dengan Stylus, hal ini tidak lagi menjadi masalah karena efisiensinya.
Stylus Memperkuat Arbitrum Nitro Kalahkan Layer 2 Lain di Ethereum
Perlu diketahui bahwa Stylus ini merupakan bagian dari pembaruan Arbitrum Nitro yang diluncurkan pada 31 Agustus 2022.
Nitro merupakan pembaruan terbesar untuk Arbitrum karena meningkatkan kualitas jaringan Arbitrum secara menyeluruh.
Perubahan struktur format ke WASM juga terjadi pertama kali di pembaruan Nitro yang terjadi pada 31 Agustus 2022. Awalnya, pembaruan ini dilakukan untuk mengimplementasikan pemeriksaan kode jika terjadi kode yang berbahaya atau rentan.
Namun dengan Stylus, developer meningkatkan kegunaan format WASM hingga bisa mengambil banyak bahasa dan menuliskannya dalam satu smart contract yang kemudian digabungkan dengan Stylus Virtual Machine.
Terdapat tiga keunggulan lain yang datang dari pembaruan Abitrum Nitro sebelum adanya Stylus yang saat ini sedang diterapkan.
Pertama adalah berkurangnya kewajiban publikasi data ke jaringan lapisan pertama Ethereum. Sebelumnya, saat transaksi jaringan Ethereum terjadi di lapisan kedua Arbitrum, seluruh data yang ada di transaksi tersebut harus disimpan dan dipublikasi juga di lapisan pertama Ethereum.
Tapi dengan pembaruan ini, tidak semua data yang ada di Blockchain Arbitrum terkait transaksi yang terjadi dialihkan dari Blockchain Ethereum perlu disimpan dan dipublikasi di Blockchain Ethereum.
Mekanisme ini membuat transaksi lebih cepat dan biayanya lebih rendah karena keperluan memori atau penyimpanan data menjadi lebih kecil terutama di Ethereum.
Kedua adalah mekanisme eksekusi smart contract umum dan eksekusi smart contract untuk uji kesalahan. Sebelumnya kedua eksekusi ini dianggap sama di Arbitrum sehingga biayanya sama.
Saat ini kedua eksekusi tersebut dianggap dua hal yang berbeda dengan biaya yang berbeda, dimana eksekusi uji kesalahan akan memakan biaya lebih murah dibanding eksekusi biasa.
Sehingga secara keseluruhan biaya untuk membangun aplikasi atau smart contract di Arbitrum menjadi semakin murah.
Ketiga adalah kecocokan yang semakin rinci antara data di Layer dua Arbitrum dengan Layer satu Ethereum sehingga developer lebih mudah membangun di Arbitrum tanpa perlu banyak alat bantu untuk menyesuaikan dengan kondisi di Ethereum.
Sebelum adanya Nitro, Arbitrum dapat mencapai kecepatan transaksi hingga 40.000 transaksi per detik, dan setelah adanya Nitro kecepatan transaksi tersebut telah meningkat tujuh hingga sepuluh kali lipat.
Ditambah dengan Stylus, kecepatan itu akan meningkat lagi sekitar sepuluh kali lipat dari kecepatan hasil Arbitrum Nitro.
Contohnya untuk perumpamaan, saat Arbitrum baru diluncurkan kecepatan maksimalnya adalah pada 40.000 transaksi per detik, dengan Nitro kecepatan itu naik mencapai 400.000 transaksi per detik, dan dengan Stylus diprediksi kecepatannya akan mencapai 4.000.000 transaksi per detik.
Jika benar tercapai, pembaruan ini akan membuat Arbitrum menjadi lapisan kedua terkuat untuk jaringan Ethereum, bahkan mengalahkan Polygon yang memiliki kecepatan transaksi di sekitar 65.000 transaksi per detik.
Namun perlu diingat bahwa keduanya masih jauh lebih cepat dibandingkan Ethereum yang masih bergerak di sekitar 25 transaksi per detik, sehingga keduanya masih kuat sebagai lapisan kedua Ethereum.
Walau begitu, nampaknya Arbitrum akan tetap unggul karena saingannya yaitu Polygon terlihat sedang bergerak keluar untuk menjadi jaringan sendiri dan tidak hanya fokus untuk membantu Ethereum.
Melihat kemampuan Arbitrum saat ini setelah Stylus dan fokusnya yang hanya akan menjadi jaringan lapisan kedua untuk Ethereum, maka kemungkinan besar Arbitrum akan menjadi jaringan lapisan kedua paling unggul di Ethereum.
One Response
What specific features of Stylus differentiate it from previous updates in blockchain technology?