Anggota DPR AS Menghadapi Investigasi Atas Koin ‘Let’s Go Brandon’

Anggota DPR AS asal Karolina Selatan, Madison Cawthorn kalah dalam pemilihan umum baru-baru ini karena perilaku keterlaluan yang berulang kali melanggar hukum dan menuduh sesama anggota Kongres terlibat dalam pesta pora dan penggunaan kokain. Sekarang, dia harus merasakan rasa sakit tambahan karena Komite Etika DPR telah meluncurkan penyelidikan atas transaksi kripto-nya.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Senin, komite menulis bahwa Cawthorn “mungkin telah mempromosikan aset kripto secara tidak benar di mana ia mungkin memiliki kepentingan keuangan yang dirahasiakan…”

Investigasi kripto ini tampaknya terkait dengan keterlibatan Cawthorn dalam koin “Let’s Go Brandon” yang berumur pendek, yang menggunakan meme yang digunakan untuk mengejek Presiden Joe Biden namun langsung ketahuan sebagai koin tipu-tipu.

Cawthorn diduga telah terlibatdalam pump-a-dump dengan memposting “LGB legends. … Tomorrow we go to the moon!” di Instagram pada akhir Desember, sehari sebelum nilai koin tersebut melonjak ketika seorang pengemudi NASCAR mengatakan bahwa proyek token itu akan mensponsori dia.

Koin LGB melonjak setelah pengumuman tersebut, secara singkat mencapai kapitalisasi pasar 570 juta dolar. Tapi langsung runtuh setelah NASCAR menolak sponsor tersebut, dan setelah itu menjadi jelas bahwa sekelompok orang dalam telah menjual semua kepemilikan mereka setelah pengumuman awal.

Tidak ada kejelasan mengenai konsekuensi apa yang dihasilkan oleh penyelidikan DPR terhadap Cawthorn, yang akan meninggalkan Kongres pada Januari. Menurut sumber yang dikutip oleh Business Insider, komite tersebut sebagian besar tidak efektif tetapi memiliki kekuatan untuk mengeluarkannya sebelum masa jabatannya berakhir.

Bahkan jika investigasi DPR gagal, Cawthorn dapat menghadapi masalah lebih lanjut dari SEC atau Departemen Kehakiman jika dia terlibat dalam penipuan atau insider trading (perdagangan orang dalam).

Cawthorn, anggota Kongres termuda, telah menjadi bintang baru di partai Republik AS dan baru-baru ini menerima dukungan dari mantan Presiden Donald Trump. Tetapi perilaku pribadinya membuat para pemimpin GOP di DPR dan negara bagian asalnya di Karolina Selatan tidak menganggapnya dan berkampanye melawannya.

Menanggapi kekalahannya, Cawthorn menyatakan, “Sudah waktunya untuk kebangkitan kebenaran yang baru, saatnya Dark MAGA untuk benar-benar mengambil alih komando.”

Sumber : Decrypt

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *