New York Akan Memberlakukan Moratorium Penambangan PoW

Senat Negara Bagian New York kemarin mencapai kesepakatan untuk sebuah RUU negara bagian yang mengatur penambangan kripto dengan konsensus Proof-of-Work (PoW). RUU tersebut, ketika disahkan, akan memberlakukan moratorium (pelarangan) terhadap proyek-proyek kripto baru yang menggunakan konsensus PoW bertenaga karbon. Ini merupakan upaya Senat New York untuk terlebih dahulu mengkaji dampak lingkungan dari penambangan PoW.

Meski RUU itu menyebut bahwa perusahaan penambangan yang sudah berdiri atau sedang mengajukan pembaruan izin tidak akan terpengaruh, Senator Kevin Parker, penggagas RUU ini, mengatakan ada satu perusahaan yang hendak memperbarui izinnya yang akan ditunda terlebih dahulu sebelum pengkajian lebih lanjut.

Sebelumnya, banyak pihak berpendapat bahwa RUU ini akan mati bahkan sebelum dibahas di sidang umum. Kepala Komite Pelestarian Lingkungan Senat New York, Todd Kaminsky, bahkan sempat menyatakan kekhawatirannya bahwa RUU ini dapat berujung pada “konsekuensi ekonomis yang merusak New York bila masyarakatnya menganggap bahwa [RUU ini] agresif terhadap kripto”.

RUU ini kemudian masuk ke pembahasan senat melalui jalur berbeda, yakni melalui Komite Energi dan Komunikasi yang diketuai oleh Kevin Parker. Senat New York pun menggelar pemungutan suara hari Kamis malam waktu setempat. Hasilnya adalah 36 orang menyetujui RUU ini sementara 27 orang menolak.

New York sejak lama sudah menjadi salah satu tempat tujuan para penambang kripto karena murahnya biaya energi bertenaga air. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa perusahaan juga mengubah fasilitas pembangkit listrik bertenaga batu bara menjadi pembangkit listrik dengan tenaga alternatif. Sebagai contoh, Greenridge Generation mengubahnya menjadi pembangkit listrik yang bertenaga gas alam.

John Olsen, pelobi untuk Bitcoin Association, menyampaikan kekhawatirannya bahwa moratorium ini akan berujung pada pelarangan kripto secara sepenuhnya di New York dalam dua tahun ke depan. Pelarangan sepenuhnya dapat menyebabkan bisnis-bisnis menjadi enggan untuk memulai operasi di New York dan memanfaatkan murahnya energi.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *