Putin Kini Melarang Penggunaan Kripto untuk Pembayaran

Vladimir Putin menandatangani amandemen untuk undang-undang yang sebelumnya sudah diberlakukan yang melarang pembayaran digital. Dalam amandemen ini, sekuritas digital dan token utilitas tidak lagi diperkenankan untuk digunakan sebagai alat pembayaran di Rusia.

Ini merupakan amandemen dari undang-undang aset digital yang sebelumnya dirancang pada tahun 2020. Amandemennya diusulkan oleh Anatoly Aksakov, anggota Duma Rusia, pada tanggal 7 Juni kemarin.

Amandemen ini juga melarang penggunaan non-fungible tokens (NFT) sebagai sarana pembayaran.

Rusia tengah menghadapi tekanan global ketika negara-negara memutuskan untuk memotong akses Rusia terhadap sistem keuangan internasional sebagai konsekuensi dari konflik Rusia dengan Ukraina. Hal ini menyebabkan Rusia untuk mencari sumber-sumber pendanaan lain yang tidak terhubung dengan sistem keuangan tradisional, salah satunya adalah cryptocurrency. Bank sentral Rusia pun punya beberapa rencana untuk memperbolehkan penggunaan kripto untuk pembayaran di perdagangan internasional.

Kebanyakan bursa kripto pun memilih untuk tunduk dengan regulasi AS yang melarang akun-akun yang berhubungan dengan individu-individu yang terkena sanksi. Salah satunya yang tunduk adalah Binance, yang telah menutup akun-akun yang terhubung dengan petinggi Rusia.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

One Response

  1. Each country have a rule policy for welcome or not about exist crytocurency,,,, The Country see all of global fot safety their country..
    It, s depend on them..
    We must to agree and respect estem to theiir a policy rule

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *