Jaringan Solana Mengalami Pemadaman Lagi

Hari Minggu kemarin, jaringan Solana mengalami pemadaman selama tujuh jam karena banyaknya jumlah transaksi dari bot minting NFT. Tercatat adal empat juta transaksi, atau 100 gigabit data per detik, yang mampet di jaringan tersebut. Hal ini menyebabkan para validator didepak dari konsensusnya sehingga jaringannya mulai padam pada jam 3.00 WIB. Jaringannya kembali bekerja secara sukses pada jam 10.

Bot-bot ini berasal dari Candy Machine, aplikasi yang digunakan oleh proyek-proyek NFT di Solana untuk meluncurkan koleksi. Melalui cuitan dalam akun Twitter mereka, Metaplex mengumumkan bahwa pergerakan bot dalam aplikasi mereka adalah salah satu akibat padamnya jaringan tersebut. Metaplex juga menyampaikan bahwa mereka akan mengenakan biaya 0,01 SOL untuk dompet-dompet yang berupaya menyelesaikan transaksi yang tidak valid. Perusahaan tersebut juga mengatakan bahwa transaksi semacam itu biasanya dilakukan oleh “bot yang secara buta mencoba untuk mint,”.

Ini merupakan kali ketujuh jaringan Solana mengalami pemadaman, menurut laporan statusnya. Antara 6 -12 Januari 2022, jaringan ini mengalami beberapa masalah yang menyebabkan pemadaman sebagian selama 8-18 jam. Solana mengatakan bahwa “transaksi komputasi tinggi” menyebabkan pengurangan kapasitas jaringan menjadi “beberapa ribu” transaksi per detik.

Mengikuti peristiwa pemadaman ini, harga SOL sempat turun ke $82. Pada waktu penulisan artikel ini, harga SOL berada di $88,44 menurut CoinGecko.

Selain Solana, jaringan Ethereum juga mengalami beberapa kendala minggu ini setelah perilisan dan penjualan NFT oleh Yuga Labs. Biaya transaksinya sempat mencapai rata-rata $450. Bahkan beberapa pengguna membayar biaya transaksi yang mencapai 5 ETH, atau $14.000 pada waktu penulisan, dan masih membayar lebih banyak lagi untuk mencetak NFT-nya.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *