Menjelang Publikasi Inflasi Amerika, Volatilitas Kripto Naik Drastis!

Volatilitas Kripto Meningkat Menjelang Publikasi Inflasi Amerika, Waspada Margin Call Traders!

Pasar kripto terlihat mengalami volatilitas yang tinggi dengan Bitcoin yang bergerak naik dan turun sekitar 3% diikuti dengan kripto lainnya yang juga naik dan turun pada pukul 19.00 WIB kemarin hingga 07.00 WIB hari ini. 

Volatilitas ini terlihat memakan banyak korban dengan adanya lebih dari 52.000 trader yang mengalami likuidasi dan margin call. 

Terlihat bahwa volatilitas ini masih dipengaruhi oleh publikasi data inflasi Amerika yang membuat ketidakpastian di mayoritas pasar keuangan karena hasilnya yang akan mempengaruhi pergerakan Dolar Amerika. 

Publikasi Data Inflasi Amerika

Dikabarkan bahwa Amerika akan melakukan publikasi data inflasi pada 13 September 2023 pukul 19.30 WIB atau 20.30 WITA. 

Publikasi data ini telah menyebabkan volatilitas yang tinggi dalam beberapa hari terakhir karena akan mempengaruhi pandangan mayoritas investor dan pelaku pasar keuangan terhadap Perekonomian Amerika dan secara langsung pada Dolar Amerika. 

Melihat hubungan negatif antara aset berisiko seperti saham dan kripto terhadap Dolar Amerika, maka data ini mempengaruhi pergerakan harga karena mempengaruhi sentimen investor kripto saat ini yang masih berada dalam ketidakpastian

Jadwal Publikasi Inflasi Amerika

Tercatat bahwa publikasi inflasi ini akan terjadi pada 19.30 WIB atau 20.30 WITA esok hari yaitu 13 September 2023. 

Dalam publikasi ini akan ada beberapa data penting yang akan mempengaruhi pandangan investor terkait mayoritas aset di pasar keuangan. 

Dikabarkan bahwa akan ada publikasi data inflasi tahunan dan bulanan umum dan inti, serta data Indeks Harga Konsumen bulanan yang memberi gambaran mengenai harga barang konsumen dan barang pokok di Amerika saat ini, secara langsung juga memberi gambaran terkait inflasi. 

Diprediksi bahwa data yang dipublikasi akan memberi pandangan campuran dimana inflasi umum tahunan dan bulanan akan bergerak naik namun inflasi inti tahunan akan turun dan inflasi inti bulanan akan stagnan. 

Mayoritas analis lebih sering memperhatikan data inflasi umum karena perbedaan antara inflasi inti dan umum adalah inflasi inti tidak mempertimbangkan data harga makanan dan energi bahan bakar dalam indeks perhitungan inflasi dan inflasi umum menghitung semua barang yang ada di negara tersebut. 

Melihat saat ini inflasi umum diprediksi akan bergerak naik, maka ada kemungkinan Dolar Amerika akan bergerak turun dan mayoritas aset kripto dapat mengalami sentimen positif sesaat dalam jangka pendek. 

Namun, dalam jangka panjang kondisi ini tidak akan bertahan karena inflasi yang tinggi berarti daya beli masyarakat terus menurun. 

Dengan daya beli yang menurun maka daya kemampuan investasi akan berkurang, sehingga dorongan beli juga akan berkurang terutama untuk aset berisiko. 

Ditambah lagi diprediksi bahwa data indeks harga konsumen juga akan mengalami peningkatan  yang memberi pertanda jelas bahwa kemungkinan besar inflasi akan bergerak naik. 

Prediksi Keputusan Suku Bunga Acuan Amerika Bulan Ini

Hasil data inflasi tersebut juga akan memberi pertanda mengenai keputusan penentuan suku bunga acuan yang akan dilaksanakan pada 20 September 2023. 

Diprediksi bahwa saat ini suku bunga acuan akan stagnan di daerah 5,25% hingga 5,5% untuk Amerika karena dari analisis yang dilakukan oleh Chicago Mercantile Exchange atau CME terdapat kemungkinan sebesar 93% suku bunga akan stagnan dan 7% suku bunga akan naik ke 5,75% untuk Amerika. 

Prediksi data ini akan menambah ketidakpastian setelah data inflasi di publikasi sehingga bisa mendukung hipotesis bahwa mayoritas aset kripto akan bergerak naik setelah data inflasi ini keluar dan kemudian akan turun dalam beberapa pekan ke depan menuju penentuan suku bunga acuan karena ketidakpastian muncul kembali. 

Volatilitas Likuidasi 52.000 Trader, Waspada Margin Call

Secara menyeluruh, saat ini kondisi pasar kripto masih dipenuhi banyak ketidakpastian yang umumnya menyebabkan volume transaksi untuk turun dan menyebabkan volatilitas. 

Hal ini disebabkan dengan volume transaksi yang turun maka kapitalisasi pasar akan bergerak turun, dan saat kapitalisasi pasar bergerak turun maka volatilitas umumnya akan meningkat, karena semakin kecil kapitalisasi pasar maka semakin tinggi volatilitas suatu aset. 

Data Likuidasi Pasar Kripto 

Volatilitas yang tinggi di kondisi ketidakpastian yang saat ini terjadi terbukti dari pergerakan mayoritas aset kripto yang naik turun hanya dalam kurun waktu 12 Jam sejak 19.00 WIB atau 20.00 WITA kemarin hingga 07.00 WIB atau 08.00 WITA hari ini. 

Dalam pergerakan tersebut digabung hingga saat ini terdapat 52.026 trader yang mengalami likuidasi atau penutupan posisi secara paksa. 

Likuidasi ini bisa berarti trader tersebut mengalami penutupan posisi karena stop loss atau karena margin call yang umumnya keduanya menyebabkan kerugian. 

Terdapat sekitar $188 Juta atau Rp2,9 Triliun dalam bentuk aset kripto campuran yang terlikuidasi akibat volatilitas tinggi yang terjadi dalam kurun waktu tersebut. 

Kondisi ini memberi pertanda bahwa saat ini pasar kripto sedang bergerak volatil yang membuat trader harus lebih waspada jika ingin terus melaksanakan transaksi jual beli dalam jangka pendek. 

Data Volatilitas Bitcoin

Menurut data dari Coinglass, saat ini volatilitas Bitcoin terlihat meningkat terutama sejak 10 September 2023 dibandingkan beberapa hari sebelumnya. 

Jika volatilitas Bitcoin meningkat maka volatilitas aset kripto lainnya umumnya juga ikut meningkat. 

Pandangan tersebut didukung oleh data dari Coinmarketcap yang memberi gambaran bahwa hampir seluruh aset kripto memiliki volatilitas lebih tinggi dari Bitcoin. 

Ethereum sendiri memiliki volatilitas yang lebih tinggi sekitar 3% dibandingkan Bitcoin yang membuat aset kripto lain dengan kapitalisasi yang lebih rendah memiliki volatilitas yang jauh lebih tinggi. 

Oleh karena volatilitas yang sedang naik ini, maka trader disarankan untuk menunggu dan berwaspada hingga pasar mulai tenang atau hingga pasar jauh dari publikasi data makroekonomi. 

Data Open Interest Options Bitcoin dan Ethereum

Saat ini mayoritas trader options terlihat menurunkan volume transaksinya di era volatilitas yang tinggi ini. Namun terdapat perbedaan dimana open interest atau jumlah posisi yang dibuka dengan kontrak berbasis Bitcoin mulai naik pada hari ini dibandingkan Ethereum yang masih terus turun. 

Kontrak Options umumnya digunakan untuk menjaga posisi kekayaan atau melakukan hedging sehingga volume yang rendah dapat menandakan bahwa hedging sedang menurun karena volume transaksi di spot juga sedang menurun. 

Transaksi ini umumnya dilakukan oleh investor dengan dana yang lebih besar sehingga dapat menjadi gambaran bahwa investor besar sedang menunggu volatilitas mereda. 

Data Open Interest Futures Bitcoin dan Ethereum

Berbeda dengan options, kontrak futures umumnya digunakan ritel untuk transaksi mencari keuntungan dan saat ini walau volatilitas tinggi, volume transaksi open interest masih terlihat tinggi. 

Kondisi ini menandakan bahwa trader ritel mayoritas masih melakukan spekulasi walau volatilitas dan likuidasi masih tinggi. 

Data Inflow Bitcoin

Jika mengacu pada data inflow Bitcoin atau jumlah Bitcoin yang masuk ke exchange, kemarin data memperlihatkan jumlah yang besar sehingga masih ada kemungkinan tekanan jual lanjutan. 

Oleh karena terpecahnya narasi antara ritel dan whale serta beberapa data lain yang menunjukkan masih tingginya volatilitas, trader diharapkan waspada dan menggunakan manajemen risiko yang baik jika masih ingin transaksi. 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *