Introduction to The Graph

The-Graph

The Graph (GRT) bermaksud memudahkan pertukaran data yang mulus antara blockchain dan aplikasi. Platform ini merupakan salah satu perangkat lunak indeks dan kueri desentral yang ada di pasar. Untuk yang belum tahu indeks dan kueri, kueri adalah proses pencarian data, dan indeks dapat mempercepat kueri. Dengan demikian, itu terus mengalami adopsi yang bertumbuh. Hebatnya jaringan ini telah menyentuh jauh lebih dari satu miliar kueri (pencarian data) sejak peluncurannya di tahun 2020.

The Graph menawarkan API (sarana penghubung aplikasi) yang mudah digunakan, efisien biaya, dan aman kepada pengembang. Jaringan ini mengizinkan aplikasi desentral untuk menambahkan data ke blockchain Ethereum memanfaatkan smart contract. API Graph digunakan oleh beberapa platform DeFi yang paling populer di pasar. Khususnya: AAVE, Aragon, Balancer, DAOstack, Uniswap, dan Synthetix… memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan responsivitas data.

Seperti halnya Google mengindeks web, The Graph mengindeks data blockchain dari jaringan seperti Ethereum dan Filecoin. Data ini dikelompokkan ke dalam API terbuka yang disebut subgraph yang siapa pun bisa lakukan kueri.

Riwayat Harga Koin

Token GRT adalah token berbasis ERC-20 Ethereum yang digunakan untuk mengalokasikan sumber daya berbeda di dalam ekosistem. Token GRT digunakan untuk memberi insentif semua pemain di jaringan untuk menciptakan API yang terus ditingkatkan. Ini karena semua pengindeks, delegator, dan kurator dibayar dengan token GRT bergantung pada kinerja indeks atau subgraph mereka.

Suplai total token GRT awalnya 10 miliar, dengan penerbitan 3% setiap tahun. Token GRT juga dibakar melalui berbagai mekanisme. Setoran pajak untuk token Kurator dan Delegator dibakar, selain dari 1% biaya kueri.

Tim di Balik The Graph

Token The Graph (GRT) layak diperhatikan, karena sejak perkenalannya di bulan Juli 2018 itu telah bertumbuh signifikan dan memperluas komunitasnya. Didirikan oleh Yaniv Tal (si pemimpin proyek), Brandon Ramirez (pemimpin riset), dan Jannis Pohlmann (pemimpin teknologi), mereka telah menarik sekelompok professional lain. Di antaranya adalah ahli pakar dari Ethereum Foundation, OpenZeppelin, Decentraland, Orchid, MuleSoft, yang membawanya kepada IPO dan akuisisi oleh Salesforce, Puppet, Redhat, dan Barclays.

Untuk mendanai pengembangan proyek ini, The Graph telah mengumpulkan dana dari anggota komunitas, modal ventura strategis, dan individu berpengaruh di komunitas blockchain sejak tahun 2019. The Graph menerima dukungan dari Coinbase Ventures, DCG, Framework, ParaFi Capital, CoinFund, DTC, Multicoin, Reciprocal Ventures, SPC, Tally Capital, dan lainnya. The Graph Foundation juga berhasil menyelesaikan penjualan GRT publik dengan partisipasi dari 99 negara (tidak termasuk AS). Jaringan utama The Graph mulai hidup pada Desember 2020 setelah tiga tahun uji coba Beta.

Per bulan April 2021, kueri The Graph melampaui 20 miliar tiap bulan. Sebagai perbandingan, hanya ada 1 miliar kueri pada bulan Juni 2020, yang berarti pertumbuhan 20x lipat dalam kurang dari satu tahun! Penggunaan Ethereum dan Web3 yang belum pernah terjadi sebelumnya adalah faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini.

Apa yang The Graph Berusaha Lakukan?

Sebelum tahun 2020, Anda perlu punya latar belakang teknis untuk membangun Dapp (aplikasi desentral) yang mengandalkan akses data dari blockchain Ethereum secara efisien. Dulu, para pengembang harus memikirkan strategi mereka sendiri untuk mengumpulkan data dan mengubahnya dari sumber-sumber berbeda. Mengenali batasan teknis ini, Graph telah mengembangkan suatu peralatan kuat yang membantu mendorong inovasi dan menyederhanakan proses ini yang sebelumnya rumit. Perhatian utama mereka adalah untuk menyelesaikan tugas ini tanpa menurunkan keamanan.

Jaringan The Graph itu yang disebut lapisan tengah, di antara berbagai blockchain dan aplikasi desentral (dApps). Waktu membuat aplikasi desentral, perlu ada jalan untuk berkomunikasi data secara aman antara blockchain dan front end yang ramah pengguna, terus tambah web smart contract yang memberi struktur aplikasi.

Protokol The Graph membuatnya mudah bagi pengembang untuk menciptakan dApps dengan mengorganisasi data smart contract di Ethereum. Protokol ini menghemat jumlah penyimpanan luar biasa dan juga jam kerja pengembang, jadi menciptakan suatu daftar data efisien yang dapat diandalkan dari blockchain.

Jaringan The Graph telah menciptakan indeks-indeks desentral pertama bagi pengembang dApps di blockchain Ethereum, namanya subgraph. The Graph memungkinkan pengembang untuk pakai alat pengindeks desentral yang inovatif ini untuk mengakses data yang terorganisasi di Ethereum. Protokol ini meningkatkan proses organisasi data smart contract untuk memudahkan pengembang berfokus pada sisi front-end dan aspek inti lain dari sebuah aplikasi.Sebelum keberadaan protokol The Graph, pengembang bakal harus menggunakan indeks berpemilik yang jauh dari sifat desentralisasi. Selain itu, kerap kali membutuhkan perangkat keras dan sumber rekayasa yang besar.

Fitur-fitur Utama Proyek Ini

Fitur pertama The Graph adalah subgraph. Mereka menentukan cara menyusun data blockchain yang akan dikonsumsi aplikasi dan pengembang dApp. Aplikasi dan pengembang dApp bisa melakukan kueri jaringan The Graph menggunakan skema subgraph dengan GraphQL yang dibayar dengan token The Graph (GRT). Terutama, ada 2.300+ subgraph tersebar di jaringan saat ini.

Jaringan The Graph terdiri atas empat komponen utama: Pengindeks, Kurator, Delegator, dan Konsumen. Ini semua vital dalam menjalankan protokol. Menariknya, protokol ini telah menciptakan sistem tingkat keterlibatan dalam level-level sesuai kemampuan teknis. Ini artinya, terlepas dari pengalaman, siapa pun bisa ikut terlibat di dalam jaringan The Graph.

Pengindeks yang bertindak sebagai node menyajikan data-data dan diberi insentif dengan token GRT. Ini untuk memastikan bahwa API selalu tersedia dalam cara yang desentral dan data disajikan dengan tepat. Karena bisa ada banyak subgraph di luar sana, tugas kurator adalah untuk menemukan subgraph yang paling berguna bagi pengembang. Kurator juga diberi insentif dengan token GRT untuk menemukan subgraph terbaik yang orang lain rasa berguna.

Kekuatan

Keuntungan utama dari The Graph adalah bahwa pengembang mampu memperoleh sebagian besar data Ethereum yang esensial melalui platform ini. Itu termasuk data untuk Uniswap (UNI), Balancer (BAL), Curve (CRV), Aave (AAVE), Moloch DAO, Compound (COMP), dan banyak lainnya. Aplikasi dan dApps yang menggunakan The Graph termasuk CoinGecko, Uniswap Info, Decentraland, Synthetic, Aragon, dan lainnya. Dengan begini, Graph menyingkirkan batasan teknis untuk proses kueri.

The Graph adalah suatu proyek unik yang memiliki beberapa keuntungan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Desentralisasi

Satu isu utama di alam kripto adalah menemukan proyek yang benar-benar desentral. The Graph adalah salah satu proyek itu dan merupakan suatu pusat bagi pengembangan aplikasi yang benar-benar desentral.

  • Membangun aplikasi level berikutnya

Di The Graph, panggungnya siap bagi pengembang untuk membangun aplikasi level berikutnya yang akan merevolusi cara manusia berinteraksi dengan web. Ini signifikan karena jaringannya dapat diakses secara global oleh siapa pun yang punya kapasitas untuk melakukan kueri blockchain apa pun dengannya.

  • Ada interoperabilitas

The Graph memungkinkan pengguna untuk berganti dari satu aplikasi ke aplikasi lain dengan mudah. Ini disebutnya interoperabilitas dan merupakan fitur kritis dari proyek blockchain yang memberi pengembang manfaat untuk membangun proyek-proyek luar biasa.

  • Keamanan ditingkatkan

The Graph membanggakan keamanan tingginya. Ini sangat penting dalam membangun suatu jaringan yang pengguna akan gunakan dengan percaya diri.

  • Tata kelola desentral

Tata kelola protokol The Graph memberi pengguna suara dengan mengizinkan mereka untuk berpartisipasi dalam proses pemerintahan.

  • Jaringan yang dapat diandalkan

The Graph dibangun untuk memastikan bahwa dApps akan selalu berjalan selamanya tidak peduli yang terjadi di masa depan. Ini membuatnya jadi jaringan yang sangat dapat diandalkan bagi pengembang untuk membangun dApps untuk kegunaan masa depan.

Kelemahan

  • Pemegang token tidak menentukan penerbitan

Walaupun pemegang token bermain peran kritis seperti menjadi pengindeks, kurator, dan delegator, mereka tidak menetapkan penerbitan token GRT dan aspek lain dari ekonomi jaringan ini. Ini terpandang sebagai potensi risiko ke jaringannya secara umum.

  • Suplai dibatasi

Suplai token GRT yang dibatasi membuatnya tidak cocok sebagai mata uang karena jaringannya telah dibangun bagi pengembang untuk berjuang dan tidak menjadikan tokennya sebagai suatu mata uang.

Kesimpulan

The Graph tentu layak diperhatikan. Dan mungkin tidak ragu bisa mempertimbangkan ini untuk memperluas portofolio investasi Anda?

The Graph menyediakan layanan yang sangat dibutuhkan kepada industri yang di ambang tahun terobosan selanjutnya. Jaringan ini terus membantu menggerakkan inovasi dan pengembangan sektor desentral lebih lanjut. Anda bisa berharap melihat bahkan lebih banyak platform DeFi memanfaatkan metode yang aman dan efisien ini untuk memperoleh data blockchain Ethereum semakin industrinya berkembang. Untuk sekarang, The Graph siap melanjutkan perannya sebagai teknologi landasan di pasar.

Teknologi mereka memberi daya super dApps yang ada dan mempercepat kecepatan aplikasi baru yang bisa dibangun. Siapa pun bisa berkontribusi dan meminta informasi dari The Graph Explorer untuk memastikan biaya adil, data berkualitas tinggi, dan waktu penarikan data rendah. Lagipula, jaringan utama The Graph baru saja dirilis dan sudah bisa membuktikan nilai serta kegunaannya. Dengan lebih dari 3.000 subgraphs, setengah miliar kueri data tiap hari, dan beberapa proyek crypto terbesar sedang membangun dan meningkatkan protokol mereka dengan teknologi The Graph.

Terlepas dari valuasi token GRT yang saat ini atau di masa depan, pentingnya The Graph tidak bisa diremehkan bagi alam cryptocurrency. Data tanpa server dan aplikasi yang benar-benar desentral akan menaklukkan pesaing mereka yang terpusat.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *