Citigroup Bangun Dua Blockchain, Dorong Adopsi Aset Digital Perbankan

Citigroup Bangun Dua Blockchain, Dorong Adopsi Aset Digital Perbankan

Citigroup salah satu bank terbesar di industri keuangan dengan lebih dari 200 juta nasabah di 160 negara, dikabarkan semakin mengadopsi teknologi blockchain. 

Dikabarkan bahwa saat ini Citigroup sedang membangun dua blockchain untuk meningkatkan kualitas jasa perbankannya sesuai perkembangan teknologi. 

Bangun Blockchain untuk Percepat Sistem Pembayaran

Blockchain pertama adalah hasil inovasi terbaru bernama Citi Token Services yang merupakan sebuah blockchain privat digunakan untuk mempermudah perpindahan dana Citigroup. 

Citi Token Services baru saja dipublikasi kemarin malam melalui Bloomberg dimana dalam publikasi tersebut terdapat beberapa laporan terkait jaringan baru ini. 

Dilaporkan bahwa Citi Token Services telah melewati dua proses uji coba dengan volume yang mencerminkan transaksi sehari-hari Citigroup. 

Sehingga untuk saat ini Citi Token Services sudah berjalan dengan lancar dan terlihat siap untuk digunakan oleh Citigroup. 

Citi Token Services ini merupakan hasil dari Divisi Citi Treasury and Trade Solution yang tugasnya adalah pengelolaan dana dan transaksi dari institusi keuangan besar di seluruh dunia. 

Kegunaan dari jaringan baru ini adalah dua hal yang pertama adalah mempermudah sistem pembayaran dengan nasabah institusi dan yang kedua adalah mempermudah perpindahan dana Citigroup antar cabang di seluruh dunia. 

Citi Token Services mengintegrasikan smart contract dalam sistem pembayaran sehingga saat ada transaksi antar institusi melalui Citigroup, prosesnya bisa jadi lebih cepat. 

Yang sebelumnya perpindahan dana butuh waktu harian dengan jaringan ini transaksi tersebut bisa selesai dalam beberapa menit. 

Hal ini disebabkan dengan sistem baru, transaksi tidak lagi menggunakan letter of credit atau surat kredit dan jaminan bank untuk penyelesaian transaksi, namun menggunakan smart contract. 

Surat kredit dan jaminan bank umumnya butuh waktu beberapa hari untuk selesai dan mencairkan dana yang terlibat karena adanya keterlibatan pihak bank dan regulasi yang butuh verifikasi. 

Dengan smart contract semua dapat selesai dalam hitungan menit karena verifikasi dilakukan secara otomatis. 

Cepatnya waktu transaksi ini juga membuat Citigroup berpindah dari jaringan biasa ke Citi Token Services untuk memindahkan dana likuiditas antar cabang. 

Jadi nantinya semua perpindahan dana Citigorup antar cabang akan terjadi dalam Citi Token Services untuk memastikan tidak adanya kekurangan likuiditas. 

Adopsi Blockchain untuk Deposit Aset Digital dan Reksadana Obligasi 

Perpindahan dana tersebut dipermudah dengan adanya konversi atau perubahan dana uang biasa menjadi aset digital. 

Metode ini menjadi basis utama mengapa transaksi bisa lebih cepat dan membuka jalan untuk Citigroup menerima deposit dalam aset digital. 

Walau nantinya akan terjadi di Citi Token Services, teknologi ini dipermudah karena adanya dukungan dari blockchain kedua yang dibangun bernama Regulated Liability Network (RLN).

RLN merupakan sebuah blockchain konsorsium yang dibangun oleh beberapa perusahaan keuangan besar di dunia seperti Citigroup, SWIFT, BNY Mellon, JP Morgan, Wells Fargo, OCBC, dan beberapa lainnya. 

Proyek kerja sama ini juga didukung oleh Pemerintah Amerika melalui Bank Sental Amerika yang telah memberi jalan untuk mempermudah proses uji coba dan peluncuran. 

Saat ini jaringan sudah dapat digunakan namun yang pertama mulai mengadopsi adalah Citigroup dengan adanya bantuan konversi dari dana uang biasa menjadi aset digital untuk Citi Token Services. 

Jadi dana diubah menjadi aset digital di RLN dan kemudian dapat bergerak cepat di Citi Token Services, membuat adopsi blockchain Citigroup lebih elit dibanding bank lain. 

Selain itu, Citigroup juga menggunakan RLN sebagai tempat kerja sama dalam pengelolaan aset dengan beberapa perusahaan keuangan, salah satunya adalah BondbloX (BBX). 

Melalui jaringan ini, Citigroup menjadi bank pertama yang membantu mempercepat transaksi reksadana obligasi nasabah BBX. 

Dengan kerja sama ini, Citigroup juga menjadi bank pertama di dunia yang mengakomodasi transaksi reksadana obligasi secara digital melalui blockchain. 

Kepala dari Jasa Keuangan Global Citigroup, Shahmir Khaliq, menyatakan bahwa seluruh adopsi ini adalah cara Citigroup terus mengadopsi inovasi dan meningkatkan kualitas jasa keuangan untuk nasabah institusi. 

Inovasi ini memperluas adopsi blockchain sehingga mendorong narasi bahwa aset digital memiliki kegunaan lebih luas dari hanya untuk investasi atau spekulasi . 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *