Grab Uji Coba Wallet Kripto di Aplikasi, Bagaimana Pesaingnya?

Grab Uji Coba Wallet Kripto di Aplikasi, Bagaimana dengan Gojek?

Grab, aplikasi transportasi online ternama di Asia, dikabarkan baru saja meluncurkan fitur uji coba baru terkait implementasi wallet kripto di aplikasinya. 

Langkah ini membuat Grab menjadi aplikasi transportasi online terbesar yang mulai mengadopsi teknologi kripto. Lantas bagaimana dengan pesaingnya di Indonesia yaitu Gojek? Simak berita berikut untuk kabar terbarunya!

Grab Uji Coba Wallet Kripto

Grab Singapura dikabarkan baru saja meluncurkan fitur baru untuk uji coba implementasi wallet kripto dalam aplikasinya. 

Untuk saat ini uji coba hanya tersedia untuk aplikasi Grab di Singapura di bawah kategori Grab Fin yang merupakan kategori pelayanan jasa di aplikasi Grab dengan fokus untuk perihal keuangan. 

Dalam fitur uji coba tersebut, pengguna dapat menciptakan wallet kripto baru namun tidak dengan private key dan dengan kata sandi sendiri yang bisa diakses melalui aplikasi Grab. 

Wallet ini direncanakan dapat digunakan untuk transaksi aset blockchain secara menyeluruh termasuk menerima dan mengirim token kripto serta NFT atau Non Fungible Token. 

Untuk saat ini fokus utama nampaknya masih terlihat pada NFT karena beberapa token yang tersedia untuk digunakan dalam uji coba wallet tersebut adalah token NFT. 

Terdapat dua NFT yang tersedia saat ini yang kegunaannya adalah untuk mendapatkan kwitansi atau voucher diskon dan beberapa aset digital untuk koleksi bertema Grab dan beberapa toko rekan kerja samanya atau merchant. 

Pihak Grab Singapura mengabarkan bahwa nantinya akan lebih banyak NFT yang tersedia serta akan ada beberapa token yang akan tersedia untuk digunakan dalam wallet ini. 

NFT dan token tersebut akan menjadi bagian dari promosi atau diskon serta beberapa imbalan hadiah yang bisa digunakan pengguna Grab untuk transaksi di aplikasinya. 

Fokus utama Grab saat ini nampaknya adalah peluncuran NFT terkait F1 yang pertandingannya akan digelar di Singapura dalam waktu dekat. 

Jadi di wallet tersebut dalam waktu dekat akan banyak NFT dan token kripto yang memberi hadiah atau diskon terkait acara F1 tersebut. 

Wallet kripto oleh Grab ini menggunakan Blockchain Polygon dan merupakan bagian dari kerja sama uji coba adopsi kripto dengan Pemerintah Singapura, lebih tepatnya MAS atau Monetary Authority of Singapore yang merupakan instansi yang bergerak seperti OJK di Indonesia. 

Grab sudah melakukan uji coba ini sejak Juni 2023 dimana MAS melakukan uji coba adopsi kripto bersama beberapa perusahaan besar lainnya seperti Amazon untuk mengimplementasikan penggunaan stablecoin termasuk mata uang digital bank sentral atau CBDC Singapura. 

Seluruh kabar ini memberi pertanda bahwa Singapura terus terbuka terhadap adopsi blockchain dan kripto serta memberi pertanda bahwa Grab lebih cepat inovasinya dibanding saingannya. 

Bagaimana dengan Gojek?

Sayangnya kompetitor dari Grab di Indonesia, Gojek, belum melakukan hal yang sama untuk aplikasinya dan belum mengadopsi kripto dalam sistem pembayarannya. 

Tapi perlu diketahui bahwa Gojek sudah mulai mencoba untuk masuk ke industri kripto walau bukan dengan perusahaanya secara langsung. 

Pada Tahun 2019, Gojek melakukan akuisisi terhadap salah satu perusahaan jasa keuangan berbasis uang digital dan kripto di Filipina bernama Coins.ph. 

Walau pada April 2022 kepemilikan tersebut dijual, pada Agustus 2022, Gojek melalui GoTo, melakukan akuisisi terhadap salah satu perusahaan jasa perdagangan kripto atau exchange bernama PT Kripto Maksima Koin. 

Perusahaan tersebut adalah exchange yang telah terdaftar resmi di Bappebti sehingga langkah ini nampaknya bisa menjadi rencana Gojek untuk mulai mengadopsi kripto.

Sejak pembelian akuisisi tersebut belum ada kabar bahwa GoTo menjual kepemilikannya, sehingga ada kemungkinan langkah ini bisa menjadi awal untuk mulainya implementasi wallet kripto di aplikasi Gojek. 

Untuk saat ini Grab maupun Gojek masih belum ada yang menerapkan sistem blockchain dalam aplikasinya secara menyeluruh. 

Bahkan, di seluruh dunia baru satu aplikasi transportasi online yang menggunakan blockchain dalam aplikasinya yaitu Maramoja, yang beroperasi di Kenya. 

Jadi peluang untuk adopsi kripto dan blockchain masih luas untuk dua aplikasi transportasi online terbesar di Asia ini, yang membuat adanya kemungkinan inovasi lanjutan dalam masa yang akan datang. 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *