Twitter Pendiri Ethereum Kena Hack! Rp10,7 Miliar Hilang dalam Satu Hari

Twitter Pendiri Ethereum Kena Hack! Rp10,7 Miliar Hilang dalam Satu Hari

Pendiri dan Kepala dari Blockchain Ethereum, Vitalik Buterin, dikabarkan baru saja mengalami peretasan atau hack pada 10 September 2023. 

Peretasan ini terjadi terhadap akun Twitter resminya yang kemudian digunakan oleh peretas untuk membuat sebuah iklan terkait proyek NFT baru yang menipu para pengikut Twitter Vitalik Buterin dan membuat kehilangan dana hingga Rp10,7 Miliar dalam satu hari. 

Twitter Pendiri Ethereum Diretas

Vitalik Buterin baru saja mengalami peretasan yang membuatnya kehilangan akses dan menyebabkan tersebarnya informasi palsu berbahaya kepada para pengikutnya di Twitter. 

Peretasan ini terjadi pada 10 September 2023 dimana peretas mengambil alih akun Twitter resmi Vitalik dan membuat sebuah publikasi terkait proyek NFT baru. Saat ini publikasi tersebut sudah dihapus namun sudah memakan banyak korban.

Publikasi Penipuan

Dalam publikasi cuitan tersebut, terlihat bahwa peretas mengabarkan adanya proyek  baru bernama Proto yang mengaku kerja sama dengan Consensys untuk memberikan NFT yang gratis hanya selama 24 Jam. 

Terdapat tautan yang menuju ke suatu situs yang membuat banyak pengikut Vitalik Buterin terkecoh karena menganggap bahwa tautan tersebut akan mengarah ke situs untuk mengambil atau mint NFT yang dikabarkan. 

Banyak individu yang FOMO dan menganggap bahwa NFT ini adalah kesempatan untuk mendapatkan keuntungan karena pada 24 Jam pertama gratis dan kedepannya akan berbayar. 

Potensi itu juga diperkuat dengan adanya nama Consensys yang merupakan salah satu perusahaan ternama di industri blockchain dan kripto. 

Sayangnya setelah masuk ke situs tersebut, korban diminta untuk menyambungkan wallet kripto yang digunakan dan kemudian mengalami peretasan sehingga isi wallet yang telah tersambung diambil dan korban kehilangan semua dananya. 

Peretasan ini pertama kali disadari oleh ayah dari Vitalik Buterin yang membuat publikasi melalui Twitter resminya. 

Sayangnya cuitan tersebut terlambat karena sudah banyak korban yang tertipu dengan tautan yang tertera pada cuitan peretas akun Vitalik Buterin. 

Saat ini nampaknya akun Twitter tersebut telah kembali ke tangan Vitalik Buterin, namun dalam kurun waktu satu hari sudah banyak korban yang melihat cuitan tersebut dan kehilangan dananya. 

Analis kripto tenar bernama ZachXBT di Twitter, mengungkapkan bahwa mayoritas korban yang mengalami peretasan wallet kehilangan NFT dan bukan token kripto saja. 

Hanya dalam waktu satu jam setelah cuitan penipuan tersebut beredar, ia menemukan bahwa terdapat dana sebesar Rp2,3 Miliar yang hilang dan masuk ke wallet peretas. 

Dana hilang tersebut terus bertambah dan naik dimana dalam satu hari terdapat total kehilangan sebesar Rp10,7 Miliar.

Mayoritas dana tersebut adalah hasil dari peretasan NFT milik korban yang langsung dijual oleh peretas dengan harga di bawah pasar sehingga langsung dapat mencairkan dananya ke wallet dalam bentuk token kripto. 

Selain dijual, terdapat satu NFT yang dikirim ke Vitalik Buterin sebagai pertanda bahwa peretas telah berhasil melakukan peretasan, layaknya memberi tanda kejayaan. 

Untuk saat ini Vitalik Buterin belum membuat cuitan baru lagi dan membuat klarifikasi terkait apa yang terjadi. Korban peretasan juga tidak menuntut atau mendapat kompensasi apapun terkait hal terjadi karena untuk saat ini tidak ada yang menyalahkan Vitalik Buterin. 

Kondisi peretas saat ini terlihat masih memiliki beberapa dana di walletnya yang ditemukan salah satunya memiliki dana sekitar Rp428 Juta, mayoritas dalam ETH. 

Jika ditelusuri peretas bisa ditemukan namun ada kemungkinan dana telah tersebut sehingga membutuhkan waktu yang lama. 

Peretasan Masih Sering Terjadi

Kasus peretasan ini membuat jajaran kasus yang terus terjadi di dunia Twitter kripto walau saat ini sedang berada dalam bear market. 

Peretasan ini juga terus memperkuat narasi bahwa Twitter merupakan tempat yang rentan untuk membahas tentang uang, terutama dengan banyaknya berita palsu serta lemahnya keamanan dari platform media sosial tersebut. 

https://twitter.com/cz_binance/status/1700785689858634168

Salah satu individu yang menyampaikan keluhannya adalah CEO dari Binance, yaitu CZ yang menyatakan bahwa saat ini Twitter masih belum siap untuk menjadi wadah bagi diskusi keuangan ditambah lagi jika platform ini ingin membuat aplikasi jasa keuangan. 

Kasus ini juga memperkuat narasi bahwa saat ini peretas masih terus beredar dan terus inovatif dalam melakukan kejahatan.

Secara spesifik dalam kasus ini, peretas menggunakan perangkat lunak baru bernama Pink Drainer yang merupakan sebuah alat peretas wallet kripto yang dapat digunakan dengan menipu korban hanya dengan menyambungkan walletnya. 

Walau masih baru, alat ini telah digunakan dalam beberapa kasus peretasan di dunia kripto karena mudahnya peretas untuk menipu korban hanya dengan memintanya menyambungkan wallet. 

Jadi investor dan pengguna teknologi blockchain dan kripto wajib waspada saat mendapatkan informasi baru terutama yang meminta untuk menyambungkan wallet pribadi ke suatu situs. 

Ada baiknya pengguna tidak tergiur dan FOMO atas potensi keuntungan atau jika ingin melakukan tindakan berisiko tinggi agar selalu menggunakan wallet yang kosong. 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *