Setelah Larang Kripto, Pemerintah Thailand Airdrop Token Rp858,5 Triliun untuk Dana Bansos

Setelah Larang Transaksi Kripto, Pemerintah Thailand Kini Airdrop Token Sebanyak Rp858,5 Triliun untuk Dana Bansos

Setelah satu tahun lebih melarang transaksi kripto secara menyeluruh, saat ini Pemerintah Thailand mulai mengadopsi dengan melakukan airdrop token senilai sekitar Rp858,5 Triliun dalam mata uang Thailand, Baht.

Airdrop ini dilakukan dengan tujuan memberi dana bantuan sosial atau bansos, untuk mendorong pertumbuhan perekonomian Thailand.

Thailand Airdrop Token untuk Dana Bansos

Thailand baru saja mengejutkan dunia dengan langkah barunya yang mengarah ke adopsi terhadap teknologi kripto lebih dalam. 

Kejutan ini datang karena sekitar satu tahun terakhir, Thailand adalah salah satu negara yang dianggap tidak mendukung teknologi kripto atau blockchain sama sekali. 

Pada Tahun 2022, Thailand resmi melakukan pelarangan terhadap seluruh sistem pembayaran yang menggunakan kripto dan kemudian melakukan investigasi terhadap seluruh jasa transaksi kripto mulai dari pembelian untuk investasi dan jasa lainnya di negaranya. 

Tidak lama setelah itu, Thailand melakukan pelarangan terhadap hampir seluruh jasa keuangan yang berbasis kripto. 

Dengan pelarangan tersebut, beberapa perusahaan kripto berbasis Thailand mengalami pemberhentian operasi karena diminta pemerintah dan karena kehabisan dana dari berkurangnya nasabah di negaranya. 

Seluruh pelarangan ini dilakukan oleh pemerintah melalui lembaga yang bergerak layaknya sebagai Otoritas Jasa Keuangan atau OJK namun di Thailand. 

Semua keputusan pelarangan tersebut terjadi pada Juli 2023, namun kabar baiknya pada saat tersebut terjadi perubahan kepemimpinan karena adanya pemilu. 

Dalam pemilu tersebut terdapat partai opsisi dari pemimpin yang melarang kripto di Thailand dan ia menjanjikan Pemerintah Thailand akan lebih terbuka terhadap kripto.

Pada saat kampanye calon pemimpin melalui partainya yaitu Partai Pheu Thai menjanjikan bahwa akan ada adopsi lebih besar terkait teknologi kripto, termasuk pembagian dana bantuan sosial kepada seluruh masyarakat Thailand. 

https://twitter.com/WatcherGuru/status/1644305430833766400

Dana bansos yang dijanjikan adalah sebesar Rp858,5 Triliun dalam bentuk Baht Thailand, dimana per orang akan mendapatkan dana sebesar 10.000 Baht. 

Masyarakat Mendapatkan 10.000 Baht per Orang

Nampaknya janji pemilu ini dipenuhi oleh partai tersebut karena saat ini Pemerintah Thailand akan melaksanakan airdrop dalam bentuk token senilai 10.000 Baht Thailand per orang atau sekitar Rp4,2 Juta. 

Pengumuman ini baru saja dilaksanakan pada 7 September 2023, sehingga kabar ini adalah kabar baru yang belum memiliki banyak kejelasan. 

Token yang digunakan masih belum dikonfirmasi secara jelas, namun saat ini narasi yang disebar adalah menggunakan Token Baht Digital, walau hingga saat ini Baht Digital tersebut belum selesai dikembangkan. 

Tujuan dari pembagian dana bantuan sosial ini dikabarkan adalah untuk mendorong perekonomian Thailand dan untuk menunjukkan ke dunia bahwa Thailand mengikuti pertumbuhan kripto yang saat ini mulai terpusat di Asia.

Nantinya masyarakat yang ingin menerima airdrop ini harus memiliki wallet kripto untuk menerimanya, dan yang tidak memiliki harus membuat atau dapat menggunakan kartu identitasnya untuk menerima melalui aplikasi yang disediakan pemerintah. 

Pemerintah Thailand memprediksi bahwa langkah ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi Thailand hingga 5% di Tahun 2024. 

Sehingga ini bukan hanya langkah untuk menunjukkan dukungan kripto namun adalah langkah strategis untuk mendorong perekonomian. 

Pembagian airdrop ini akan dilaksanakan pada kuartal pertama 2024, dan nantinya dana ini akan bisa digunakan hanya selama 6 bulan setelah dibagikan. 

Jadi ada batas waktu untuk menghabiskan dana ini dan pemerintah berharap dana ini dapat digunakan tidak hanya untuk bertahan hidup namun juga membangun bisnis sehingga mendorong pertumbuhan perekonomian. 

Melihat sistem tersebut, ada kemungkinan langkah ini juga bagian dari rencana uji coba mata uang digital bank sentral atau CBDC Thailand karena nampaknya CBDC yang akan digunakan adalah time based CBDC. 

Time based CBDC adalah salah satu jenis CBDC dimana dana yang tersedia akan hilang jika tidak digunakan dalam kurun waktu tertentu. 

https://twitter.com/mycryptoindex/status/1679898558370320385

Langkah ini membawa Thailand sebagai salah satu negara Asia yang mendukung pertumbuhan kripto sehingga mempercepat narasi perpindahan pusat kripto dari Amerika ke Asia. 

Sehingga kabar ini juga dapat menjadi tanda awal bahwa Bull Market berikutnya akan memiliki fenomena dan suasana yang berbeda dari sebelumnya. 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *